Work-Related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) merupakan permasalahan kesehatan kerja signifikan bagi personel Batalyon Kesehatan TNI yang memiliki beban kerja fisik berat dan postur statis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan personel mengenai penerapan microbreak sebagai strategi preventif guna meminimalkan risiko gangguan muskuloskeletal. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan pendidikan masyarakat yang meliputi evaluasi awal (pre-test), edukasi interaktif berbasis experiential learning, demonstrasi langsung gerakan peregangan, serta evaluasi akhir (post-test). Selain itu, dilakukan difusi ilmu pengetahuan berupa pemasangan poster edukasi sebagai pengingat visual di area kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kognitif dan keterampilan psikomotor personel yang signifikan, di mana pemahaman konsep microbreak melonjak sebesar 85%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah intervensi melalui edukasi demonstratif dan media visual terbukti efektif dalam memitigasi risiko ergonomis pada personel militer. Program ini disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui digitalisasi panduan latihan serta pembentukan kader kesehatan kerja internal guna menjaga kesiapan operasional prajurit.
Copyrights © 2026