Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan sensor DHT22 pada sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) otomatis untuk memantau suhu dan kelembaban lingkungan secara real-time serta menentukan frekuensi pemeliharaan yang lebih efektif di lingkungan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan. Penelitian menggunakan metode pengembangan sistem Waterfall yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Sistem yang dikembangkan mengintegrasikan sensor LDR, sensor PIR, sensor DHT22, sensor INA219, mikrokontroler ESP32, driver MOSFET PWM, dan lampu LED. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor LDR mampu mendeteksi kondisi terang dan gelap untuk mengendalikan nyala lampu secara otomatis, sedangkan sensor PIR mampu mendeteksi pergerakan hingga jarak 9 meter. Sensor DHT22 berhasil melakukan pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time serta menghasilkan rekomendasi frekuensi pemeliharaan berdasarkan kondisi lingkungan. Pada suhu normal (26,2–29,5°C), sistem merekomendasikan pemeliharaan setiap tiga bulan, sedangkan pada suhu waspada (31–32,9°C) direkomendasikan setiap dua bulan disertai pemeriksaan enclosure dan ventilasi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung penghematan energi, serta membantu pengelolaan pemeliharaan PJU secara lebih terencana dan berbasis kondisi lingkungan.
Copyrights © 2026