Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbandingan motivasi belajar matematika antara mahasiswa pengguna ChatGPT dan Gemini, serta untuk mengeksplorasi perbedaan dampak antara kedua teknologi kecerdasan buatan tersebut dalam memfasilitasi penyelesaian masalah kritis kreatif matematis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan 42 responden mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika yang kemudian dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif untuk 2 subjek terpilih. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan wawancara semi-terstruktur berbasis masalah matematika umum, kritis, dan kreatif. Teknik analisis data meliputi uji prasyarat, uji hipotesis (Independent Sample T-Test), serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi normal dan memiliki varians homogen. Hasil uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai signifikansi 0,337 (> 0,05). Disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan motivasi belajar matematika antara mahasiswa pengguna ChatGPT dan Gemini. Penggunaan AI berdampak kurang maksimal pada dua aspek motivasi (interest dan confidence). Mahasiswa cenderung menggunakan AI hanya untuk mencari solusi instan dari masalah kritis-kreatif matematis. Hasil penelitian juga menunjukkan kedua platform memberikan dukungan yang sebanding bagi mahasiswa dalam memecahkan berbagai masalah matematika
Copyrights © 2026