Penyebaran hoaks melalui media sosial menjadi salah satu tantangan utama dalam kehidupan masyarakat digital karena berpotensi menimbulkan disinformasi, konflik sosial, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar. Rendahnya literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi informasi menyebabkan hoaks semakin mudah diterima dan disebarluaskan. Artikel ini bertujuan mengembangkan model edukasi pencegahan hoaks melalui media sosial sebagai rancangan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi digital. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan konseptual melalui analisis dan sintesis berbagai literatur yang berkaitan dengan literasi digital, media sosial, penyebaran hoaks, fact-checking, dan pemberdayaan masyarakat. Hasil kajian menghasilkan model edukasi yang terdiri atas lima tahapan, yaitu analisis kebutuhan masyarakat, penyusunan materi edukasi, pelaksanaan edukasi, praktik verifikasi informasi (fact-checking), serta evaluasi dan tindak lanjut. Model tersebut dirancang sebagai kerangka sistematis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi secara bertanggung jawab melalui media sosial. Model konseptual yang diusulkan diharapkan dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi, pemerintah, sekolah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merancang program pengabdian yang lebih terstruktur, adaptif, dan berkelanjutan guna memperkuat literasi digital serta mengurangi penyebaran hoaks di masyarakat.
Copyrights © 2026