Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan mendorong guru untuk beradaptasi dengan teknologi yang dapat mendukung proses pembelajaran. Namun, pemanfaatan AI di sekolah dasar masih memerlukan pemahaman yang tepat agar penggunaannya tidak hanya berorientasi pada kemudahan, tetapi juga tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru tentang penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran di SD Muhammadiyah Pangkalpinang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI dan telah memanfaatkan aplikasi seperti ChatGPT dan Gemini untuk menyusun materi ajar, membuat soal, mencari referensi, serta mengembangkan ide pembelajaran. Guru juga menerapkan prinsip tabayyun dengan memverifikasi informasi yang dihasilkan AI sebelum digunakan dalam pembelajaran serta menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab dalam pemanfaatan teknologi. Meskipun demikian, penggunaan AI di sekolah masih bersifat personal dan belum didukung oleh pedoman resmi. Disimpulkan bahwa pemanfaatan AI berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila didukung oleh kompetensi digital guru, penerapan prinsip fiqih informasi, dan kebijakan sekolah yang jelas sehingga tetap selaras dengan nilai-nilai pendidikan Islam.
Copyrights © 2026