Kecemasan belajar pemrograman merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer seiring dengan tingginya tuntutan kognitif dan kompleksitas materi pemrograman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri, dukungan sosial, dan self-regulated learning dengan kecemasan belajar pemrograman pada mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian terdiri atas 104 mahasiswa aktif FILKOM UB yang pernah atau sedang menempuh mata kuliah pemrograman. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data meliputi statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan bantuan perangkat lunak JASP. Berdasarkan hasil uji asumsi, sebagian besar data tidak berdistribusi normal sehingga pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan kecemasan belajar pemrograman, serta hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dengan kecemasan belajar pemrograman. Sementara itu, dukungan sosial menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan kecemasan belajar pemrograman. Temuan ini mengindikasikan bahwa efikasi diri dan self-regulated learning berperan sebagai faktor protektif terhadap kecemasan belajar, sedangkan dukungan sosial merefleksikan respons adaptif mahasiswa terhadap kecemasan yang telah dialami.
Copyrights © 2026