Kepadatan volume kendaraan dan rendahnya kepatuhan berkendara di wilayah pedesaan sering kali memicu risiko kecelakaan di persimpangan jalan. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program pengabdian ini bertujuan memetakan karakteristik aliran lalu lintas dan merumuskan solusi penataan jalan di persimpangan Desa Sambibulu, Taman, Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan di titik kemacetan yang bersumber dari mobilitas warga, karyawan pabrik, serta dampak renovasi jalan. Data primer dihimpun melalui teknik observasi langsung dan dianalisis secara deskriptif dengan melibatkan relawan warga lokal sebagai informan. Hasil program menunjukkan bahwa pengawasan konvensional mengalami penurunan efektivitas akibat keterbatasan personel di lapangan, meskipun respons masyarakat terhadap aksi penataan sangat positif. Sinergi ini berhasil memicu kesadaran bersama mengenai tata tertib berkendara. Rekomendasi ke depan difokuskan pada perbaikan infrastruktur fisik jalan, penambahan jumlah relawan, dan pemanfaatan media digital dalam memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas.
Copyrights © 2025