Proses produksi merupakan kegiatan yang paling krusial bagi suatu perusahaan. Proses produksi yang tepat waktu dan berkesinambungan akan mampu untuk meningkatkan kredibilitas dan daya saing perusahaan. Persediaan merupakan suatu faktor yang cukup krusial sebagai salah satu penentu dari lancarnya proses produksi. Persediaan bahan baku tidak boleh kurang apalagi sampai kehabisan, karena hal tersebut dapat membuat proses produksi terhenti. Jika material atau bahan baku dalam proses produksi senantiasa tersedia, perusahaan dapat melakukan kegiatan produksi tanpa adanya hambatan. Meskipun demikian, persediaan yang berlebih juga dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian karena biaya perawatan dan inventory yang harus dikeluarkan akan membengkak. Maka atas dasar hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengendalian pengendalian persediaan pada perusahaan melalui penerapan Metode Economic Order Quantity (EOQ). EOQ ialah metode yang sering diaplikasikan dalam manajemen persediaan dengan cara menghitung jumlah persediaan yang ideal dalam memenuhi kebutuhan produksi. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan EOQ, perusahaan harus mengerahkan total biaya sebesar Rp. 1.739.907 untuk memenuhi kebutuhan persediaan. Hal ini tentu cukup berbeda secara signifikan apabila dibandingkan dengan total biaya awal sebelum menerapkan metode EOQ, yaitu sebesar Rp. 2.937.939. Dengan demikian, metode Economic Order Quantity (EOQ) mampu mendorong perusahaan melakukan pengendalian persediaan secara lebih optimal.
Copyrights © 2026