Penetrasi sepeda motor listrik di Indonesia masih di bawah satu persen dari pasar sepeda motor nasional, meskipun merek produksi dalam negeri terus bertambah dan pemerintah kembali memberikan bantuan pembelian yang hanya berlaku untuk unit dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen. Penelitian ini menguji pengaruh Range Anxiety, Brand Trust, Perceived Domestic Product Quality, dan Government Incentive Attractiveness terhadap Adoption Intention sepeda motor listrik buatan dalam negeri. Survei lapangan dilakukan terhadap 448 responden di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Malang, dan Batu, dengan kuesioner skala Likert lima poin yang dianalisis menggunakan regresi linier berganda pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Trust dan Perceived Domestic Product Quality merupakan prediktor terkuat; Range Anxiety berpengaruh negatif signifikan, sedangkan Government Incentive Attractiveness tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini bertolak belakang dengan penelitian terdahulu di Indonesia yang menempatkan harga dan manfaat ekonomi sebagai pendorong adopsi dan mengindikasikan bahwa hambatan utama bukan keterjangkauan harga melainkan defisit kepercayaan terhadap produsen dalam negeri.
Copyrights © 2026