Perkembangan Internet of Things (IoT) telah meningkatkan jumlah perangkat yang saling terhubung dan mampu menghasilkan data secara real-time pada berbagai bidang, seperti industri, kesehatan, pertanian, dan smart city. Meskipun demikian, sistem IoT yang masih bergantung pada cloud computing sering mengalami kendala berupa tingginya latensi, penggunaan bandwidth yang besar, serta keterlambatan dalam pemrosesan data karena seluruh informasi harus dikirim ke server cloud. Kondisi tersebut dapat mengurangi kualitas layanan, terutama pada aplikasi yang membutuhkan waktu respons yang cepat. Oleh karena itu, penerapan Edge Computing menjadi salah satu solusi yang mampu memproses data lebih dekat dengan sumber data sehingga dapat mengurangi waktu transmisi, menekan beban jaringan, dan meningkatkan kecepatan respons sistem. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan Edge Computing untuk mengurangi latensi pada aplikasi IoT serta menganalisis peningkatan kinerja sistem dibandingkan dengan arsitektur berbasis cloud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental yang meliputi studi literatur, perancangan arsitektur sistem, implementasi menggunakan Raspberry Pi sebagai edge server, ESP32 sebagai perangkat IoT, protokol MQTT sebagai media komunikasi data, serta pengujian dan analisis performa berdasarkan parameter latensi, response time, throughput, dan penggunaan sumber daya sistem. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem berbasis Edge Computing mampu menurunkan nilai latensi, mempercepat waktu respons, mengurangi penggunaan bandwidth menuju cloud, serta meningkatkan efisiensi pemrosesan data dibandingkan dengan sistem Cloud Computing. Dengan demikian, penerapan Edge Computing terbukti menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan performa aplikasi IoT, khususnya pada sistem yang membutuhkan komunikasi data secara real-time dengan latensi rendah.
Copyrights © 2026