Konflik dalam pelayanan keperawatan merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan apabila tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kualitas pelayanan, kolaborasi tim, serta kepuasan pasien. Salah satu faktor yang berperan penting dalam penyelesaian konflik adalah kecerdasan emosional, yang mencakup kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan gaya penyelesaian konflik pada perawat di ruang rawat inap RS X. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel 123 perawat. Instrumen penelitian berupa kuesioner kecerdasan emosional dan gaya penyelesaian konflik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki kecerdasan emosional tinggi (54,5%) dan gaya penyelesaian konflik tinggi (51,2%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan gaya penyelesaian konflik (χ² = 35,481; p = 0,000). Semakin tinggi kecerdasan emosional perawat, semakin efektif gaya penyelesaian konflik yang digunakan. Perlunya pelatihan mengenai kecerdasan emosional dan manajemen konflik sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
Copyrights © 2026