Penelitian ini menganalisis dampak penetrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terhadap struktur biaya operasional dan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dalam sistem ketenagalistrikan Indonesia yang masih didominasi batubara. Berbeda dengan studi terdahulu yang berfokus pada Levelized Cost of Electricity (LCOE) di tingkat proyek, penelitian ini menguji dampak sistemik pada tingkat utilitas menggunakan data tahunan PT PLN (Persero) periode 2012–2024 yang bersumber dari RUPTL dan laporan keuangan konsolidasian. Pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) digunakan untuk menguji hubungan struktural antara Component Cost, Performance pembangkitan, dan BPP. Hasil menunjukkan bahwa Component Cost berpengaruh positif dan signifikan terhadap BPP (β = 1,073; p < 0,05), sementara Performance tidak berpengaruh signifikan terhadap BPP (β = 0,263; p > 0,05). Nilai R² = 0,891 dan Q² = 0,910 mengindikasikan daya jelaskan dan relevansi prediktif yang sangat kuat. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa PLTS Indonesia masih berada pada tahap penetrasi awal, belum mencapai skala transformasional untuk menurunkan biaya sistemik. Penelitian ini berkontribusi pada literatur ekonomi energi melalui kerangka system-level cost elasticity dan memberikan implikasi kebijakan terhadap perencanaan RUPTL serta reformasi subsidi energi.
Copyrights © 2026