Monumen Jayandaru dibangun di Alun-Alun Sidoarjo sebagai simbol identitas Kabupaten Sidoarjo melalui representasi udang dan bandeng. Kehadiran monumen ini memunculkan beragam pemaknaan, terutama setelah penambahan sembilan patung manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis latar belakang pembangunan Monumen Jayandaru serta proses pemaknaan simboliknya pada 2013-2015. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Monumen Jayandaru dibangun melalui kerja sama PT Sekar Laut Tbk dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai simbol identitas daerah. Pemaknaan monumen berkembang seiring respons masyarakat terhadap simbol-simbol yang ditampilkan. Pemerintah daerah memaknai sembilan patung manusia sebagai representasi kehidupan masyarakat Sidoarjo, sedangkan sebagian kelompok sosial-keagamaan menilai keberadaannya kurang sesuai dengan karakter religius masyarakat. Perbedaan pemaknaan tersebut menunjukkan bahwa simbol di ruang publik bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh latar belakang sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat.
Copyrights © 2026