Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap esensi kepatuhan pajak pedagang Warung Madura melalui pendekatan fenomenologi transendental. Informan penelitian ini adalah pedagang Warung Madura, pegawai pajak dan budayawan. Hasil penelitian mengungkap esensi dari kepatuhan pajak pedagang Warung Madura merupakan sebuah negosiasi eksistensial untuk mempertahan diri dari ancaman kewajiban membayar dan keruwetan administrasi pajak, di tengah kebermanfaat pajak yang abu-abu dan marginalisasi struktural antara masyarakat kecil dan orang besar sebagai ototitas penguasa. Tantangan kepatuhan pajak berupa beban pekerjaan, keuangan dan ketidakadilan manfaat pajak. Implikasi penelitian ini memperluas model kepatuhan pajak dari persepketif psikologi eksistensial dan sosio-kultural serta masukan kepada otoritas pajak untuk menerapkan startegi pendekatan yang lebih humanis kepada wajib pajak untuk peningkatan kepatuhan pajak.
Copyrights © 2026