Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa Generasi Z memaknai fitur repost TikTok sebagai media komunikasi tidak langsung dalam mengekspresikan dinamika emosiona cinta, overthinking, dan luka pasca-konflik di tengah masifnya narasi hubungan ideal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan yang memiliki pengalaman dinamika hubungan romantis. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) repost sebagai representasi untuk memvalidasi emosi secara digital; (2) repost sebagai sarana penyampaian pesan tersirat kepada individu tertentu; (3) repost sebagai jembatan konflik ketika komunikasi verbal mengalami kebuntuan; dan (4) ambivalensi antara dorongan berekspresi dan ketakutan terhadap penilaian sosial. Secara keseluruhan, repost dimaknai sebagai bahasa emosional yang fleksibel dan dipengaruhi algoritma platform. Penelitian ini merekomendasikan studi lanjutan secara longitudinal dan lintas platform, serta pentingnya literasi media terkait kesehatan mental mahasiswa.
Copyrights © 2026