Kebijakan energi nasional Indonesia saat ini tengah mengarah pada peningkatan bauran energi terbarukan, termasuk energi surya. Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi dan lahan terbuka yang luas, menjadikannya wilayah strategis untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan PLTS dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (GIS) dan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Empat kriteria utama digunakan dalam analisis ini: iklim (radiasi matahari), topografi, penggunaan lahan, dan kedekatan dengan infrastruktur. Bobot setiap kriteria ditentukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim merupakan faktor paling dominan dalam menentukan kelayakan lokasi, diikuti oleh kemiringan lahan (topografi). Lokasi yang paling sesuai adalah lahan datar, tidak produktif secara pertanian, dan dekat dengan jaringan listrik. Hal ini sesuai dengan kondisi Kecamatan Woha, Belo, dan Monta. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan PLTS di wilayah timur Indonesia.
Copyrights © 2025