Keterampilan proses sains merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Namun, keterampilan proses sains siswa pada materi rangkaian listrik masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan pengalaman ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Virtual PhET pada materi rangkaian listrik terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 32 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan proses sains dan lembar observasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji beda rata-rata, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai keterampilan proses sains pada kelas eksperimen meningkat dari 47 menjadi 77, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 46 menjadi 69. Nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,55 dan kelas kontrol sebesar 0,37 dengan kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Virtual PhET berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa sekolah dasar pada materi rangkaian listrik dibandingkan penggunaan media video pembelajaran. Dengan demikian, Virtual PhET dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk mendukung pengembangan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran IPAS.
Copyrights © 2026