Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecenderungan dan bentuk perilaku agresif pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home di SMA Negeri 1 Juli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 16 orang yang terdiri atas 5 siswa sebagai subjek utama, 5 teman sebaya, 5 wali kelas, dan 1 guru bimbingan dan konseling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara induktif menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku agresif remaja meliputi agresi fisik, agresi verbal, kemarahan, dan permusuhan, dengan agresi verbal sebagai bentuk yang paling dominan. Agresi fisik cenderung bersifat reaktif dan muncul sebagai respons terhadap provokasi atau tekanan emosional. Temuan juga menunjukkan bahwa kondisi keluarga broken home berkontribusi terhadap ketidakstabilan emosi dan rendahnya kontrol diri, sehingga memicu munculnya perilaku agresif. Selain itu, lingkungan sosial sekolah turut memperkuat pola perilaku tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa agresivitas remaja merupakan respons adaptif terhadap tekanan psikososial yang memerlukan penanganan melalui dukungan keluarga dan layanan bimbingan konseling di sekolah.
Copyrights © 2024