ABSTRACT A decline in students’ conceptual understanding in Civic Education remains a problem in elementary schools, characterized by low student engagement and the dominance of teacher-centered lecture methods. This condition requires the implementation of more interactive and student-centered learning models. This study aims to analyze the effectiveness of the Make a Match cooperative learning model on students’ conceptual understanding in Civic Education. This research employed a quasi-experimental approach with a One Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 25 fifth-grade students selected through a total sampling technique. The research instrument was an open-ended essay test administered before and after the treatment. Data were analyzed using the N-Gain test and the paired sample t-test with SPSS version 25. The results showed an improvement in students’ conceptual understanding after the implementation of the Make a Match model, indicated by a significant difference between pretest and posttest scores. The N-Gain value was in the moderately effective category, indicating a consistent improvement in conceptual understanding. These findings confirm that the Make a Match model is effective in creating active, enjoyable learning and in enhancing students’ engagement optimally. Thus, the Make a Match learning model makes a positive contribution to improving students’ conceptual understanding in Civic Education at the elementary school level. ABSTRAK Penurunan kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menjadi permasalahan di sekolah dasar, yang ditandai oleh rendahnya keterlibatan aktif murid dalam proses pembelajaran dan dominasi metode ceramah. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan pemahaman konsep murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 25 murid kelas V yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian terbuka yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep setelah penerapan model Make a Match, yang ditunjukkan oleh perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Nilai N-Gain berada pada kategori cukup efektif, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman konsep yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa model Make a Match efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan murid secara optimal. Dengan demikian, model pembelajaran Make a Match memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman konsep murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.
Copyrights © 2026