Ratna Natalia Mendrofa
Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP, Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA SMP Marlin Herlina Zega; Ratna Natalia Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Sadiana Lase
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.11075

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low numeracy skills of students at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara, as indicated by students’ difficulties in solving numeracy-based problems and understanding mathematical concepts optimally. In addition, the teaching materials used were still limited in variation, resulting in low student engagement during the learning process. This study aimed to develop a problem-solving-based student worksheet (LKS) that is valid, practical, and effective in improving students’ numeracy skills. The novelty of this study lies in the development of student worksheets that integrate systematic and contextual problem-solving steps, distinguishing them from conventional worksheets that generally focus only on routine exercises. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The research instruments included a numeracy skills test, expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The results showed that the developed worksheet was categorized as highly valid, highly practical for classroom use, and effective in improving students’ numeracy skills, with an effectiveness level of 82%. These findings indicate that problem-solving-based worksheets can help students understand mathematical concepts through more active and structured problem-solving activities, making them a potential innovative teaching material alternative for junior high school mathematics learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara yang terlihat dari kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal berbasis numerasi dan memahami konsep matematika secara optimal. Selain itu, bahan ajar yang digunakan masih kurang bervariasi sehingga keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran belum berkembang secara maksimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan lembar kerja siswa (LKS) berbasis problem solving yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan LKS yang mengintegrasikan langkah-langkah problem solving secara sistematis dan kontekstual, sehingga berbeda dari LKS konvensional yang umumnya hanya berfokus pada latihan soal rutin. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Instrumen penelitian terdiri atas tes kemampuan numerasi, angket validasi ahli, dan angket respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan memperoleh kategori sangat layak, sangat praktis digunakan dalam pembelajaran, dan efektif meningkatkan kemampuan numerasi siswa dengan tingkat efektivitas sebesar 82%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa LKS berbasis problem solving dapat membantu siswa memahami konsep matematika melalui aktivitas pemecahan masalah yang lebih aktif dan terarah sehingga berpotensi menjadi alternatif bahan ajar inovatif dalam pembelajaran matematika SMP.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MURID PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI SD NEGERI 076440 SIFAOROASI Yuslin Zai; Indah Wijaya Lase; Ratna Natalia Mendrofa; Anugerah Tatema Harefa
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11792

Abstract

ABSTRACT A decline in students’ conceptual understanding in Civic Education remains a problem in elementary schools, characterized by low student engagement and the dominance of teacher-centered lecture methods. This condition requires the implementation of more interactive and student-centered learning models. This study aims to analyze the effectiveness of the Make a Match cooperative learning model on students’ conceptual understanding in Civic Education. This research employed a quasi-experimental approach with a One Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 25 fifth-grade students selected through a total sampling technique. The research instrument was an open-ended essay test administered before and after the treatment. Data were analyzed using the N-Gain test and the paired sample t-test with SPSS version 25. The results showed an improvement in students’ conceptual understanding after the implementation of the Make a Match model, indicated by a significant difference between pretest and posttest scores. The N-Gain value was in the moderately effective category, indicating a consistent improvement in conceptual understanding. These findings confirm that the Make a Match model is effective in creating active, enjoyable learning and in enhancing students’ engagement optimally. Thus, the Make a Match learning model makes a positive contribution to improving students’ conceptual understanding in Civic Education at the elementary school level. ABSTRAK Penurunan kemampuan pemahaman konsep dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila masih menjadi permasalahan di sekolah dasar, yang ditandai oleh rendahnya keterlibatan aktif murid dalam proses pembelajaran dan dominasi metode ceramah. Kondisi ini menuntut penerapan model pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan pemahaman konsep murid pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian terdiri dari 25 murid kelas V yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes uraian terbuka yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji N-Gain dan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemahaman konsep setelah penerapan model Make a Match, yang ditunjukkan oleh perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Nilai N-Gain berada pada kategori cukup efektif, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman konsep yang konsisten. Temuan ini menegaskan bahwa model Make a Match efektif dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan murid secara optimal. Dengan demikian, model pembelajaran Make a Match memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman konsep murid pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar.