Pembelajaran seni di PAUD sering kali dilaksanakan secara terpisah, padahal integrasi seni berpotensi memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, peran guru, perkembangan seni anak, serta evaluasi kegiatan kolaborasi musik angklung dan tari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru kelas, guru ekstrakurikuler, kepala sekolah, serta anak kelompok A dan B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi dengan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi angklung dan tari dilaksanakan secara bertahap, melibatkan kerja sama guru serta mampu menstimulasi perkembangan musikal, kinestetik, koordinasi motorik, ekspresi diri, dan kepercayaan diri anak. Pembelajaran seni terpadu berbasis budaya lokal ini berpotensi menjadi alternatif pendekatan PAUD yang lebih menyeluruh meskipun sistem penilaian autentik masih perlu dikembangkan.
Copyrights © 2026