Pembelajaran seni berperan penting dalam mengembangkan kreativitas, ekspresi diri, dan kepekaan estetis anak usia dini, namun pelaksanaannya di lembaga PAUD sering menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi dan strategi kreatif guru dalam menyelenggarakan pembelajaran seni pada kondisi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di dua taman kanak-kanak di Yogyakarta dengan melibatkan guru kelas dan kepala sekolah sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru beradaptasi dengan memanfaatkan bahan alam dan bahan daur ulang sebagai media seni, menjalin kolaborasi dengan orang tua, serta mengintegrasikan kegiatan seni ke dalam tema pembelajaran harian. Temuan ini merekomendasikan penguatan kompetensi guru PAUD dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk mendukung pembelajaran seni yang berkelanjutan
Copyrights © 2026