Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 10 santri di Masjid Al-Muslimun Kebun Kenanga yang memiliki kemampuan berhitung relatif rendah dan tingkat math anxiety yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung sekaligus mengurangi kecemasan matematika melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, pre-test, angket awal, sosialisasi, pelatihan, pendampingan belajar, post-test, dan angket akhir. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 40 menjadi 67, sedangkan rata-rata math anxiety menurun dari 71 menjadi 58. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan berhitung (T=0, p=0,00195) dan math anxiety (T=0, p=0,00391). Santri juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keaktifan, dan antusiasme belajar. Instrumen yang digunakan divalidasi ahli dengan persentase validitas sebesar 86–87% (kategori sangat valid). Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masjid efektif meningkatkan kemampuan berhitung dan mengurangi math anxiety pada peserta.
Copyrights © 2026