Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD PADA MATERI PECAHAN DI KELURAHAN PENURUNAN Messy Mayori; Winda Ramadianti; Rahmat Jumri; Risnanosanti; Adi Asmara; Mardiah Syofiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 3 No. 1 (2023): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di seluruh jenjang pendidikan tingkat SD hingga perguruan tinggi. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang memiliki peranan penting. Matematika juga sering dianggap sebagai mata pelajaran yang paling sulit dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, perlu diadakan bimbingan belajar agar siswa dapat memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini menggunakan metode ceramah. Kegiatan bimbingan belajar ini bertujuan supaya siswa – siswi dapat meningkatkan motivasi dan munumbuhkan minat belajar serta dapat mengatasi kesulitan belajar dalam pembelajaran matematika sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Hasil kegiatan bimbingan belajar yang telah dilaksanakan adalah siswa senang dan tumbuh semangat belajar. Kata Kunci: Pembelajaran, Pecahan, Bimbingan
Didactic Transposition Analysis on Circle Material in High School Zakiah Khairunisa; Rahmat Jumri; Nyayu Masyita Ariani
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1062

Abstract

Circle material is a fundamental topic in geometry that often causes misconceptions in high school students due to the difference between scientific knowledge and knowledge taught in school. This study aims to analyze the external didactic transposition of circle material by comparing the conceptual structure of scientific knowledge (scholarly knowledge) to the knowledge to be taught in high school mathematics textbooks. This study uses a qualitative descriptive approach with a document analysis method, comparing university-level geometry textbooks as a representation of scholarly knowledge with high school mathematics textbooks as a representation of knowledge to be taught. The results of the study show that external didactic transposition occurs in almost all circle concepts, characterized by simplification of language, adjustment of abstraction levels, reduction of concept classification, and addition of pedagogical and visualization contexts. The simplification and addition of pedagogical context can affect students’ conceptual understanding, especially in the relationships among elements of circles, such as arcs, central angles, circumferential angles, and tangents. These findings open up further research opportunities into internal didactic transposition and other mathematics topics and can serve as a reference for teachers and book developers to improve the quality of coherent, conceptual mathematics learning.
EDUKASI ENERGI PANEL SURYA SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN BAGI SISWA SMP NEGERI 1 KOTA BENGKULU Adi Asmara; Surya Ade Saputera; Rahmat Jumri; Putri Okta Yesika; Zakiah Khairunisa; Aisyah Natalia Salim
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i1.9625

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa SMP Negeri 1 Kota Bengkulu mengenai pentingnya energi terbarukan, khususnya energi surya sebagai alternatif sumber energi ramah lingkungan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi energi terbarukan di kalangan siswa, keterbatasan fasilitas praktik, serta kurangnya media pembelajaran yang kontekstual. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim PKM menerapkan metode edukasi interaktif melalui ceramah, diskusi, dan tayangan video, dilanjutkan dengan praktik langsung perakitan kit panel surya mini secara berkelompok. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan, penyusunan modul, sosialisasi, pelatihan dan praktik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap konsep energi surya, terlihat dari perbedaan skor rata-rata pre-test yang relatif rendah dibandingkan dengan hasil post-test yang lebih tinggi. Selain itu, siswa mampu merakit panel surya mini hingga berhasil menghidupkan lampu LED dan kipas kecil, sedangkan guru mendapatkan tambahan wawasan untuk mengintegrasikan materi energi terbarukan dalam pembelajaran IPA. Luaran kegiatan berupa modul pembelajaran, dokumentasi kegiatan, poster edukasi, serta rencana publikasi artikel ilmiah. Kesimpulannya, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan literasi energi terbarukan di sekolah mitra, memperkuat keterampilan praktik siswa, dan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pendidikan energi bersih yang berkelanjutan.
PENGUATAN KEMAMPUAN BERHITUNG SANTRI MASJID AL-MUSLIMUN KEBUN KENANGA DEMI MENGATASI MATH ANXIETY Junita Pebriani; Titi Darmi; Rahmat Jumri
Setawar Abdimas Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah BengkuluUniversitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/sa.v5i2.10376

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 10 santri di Masjid Al-Muslimun Kebun Kenanga yang memiliki kemampuan berhitung relatif rendah dan tingkat math anxiety yang tinggi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung sekaligus mengurangi kecemasan matematika melalui pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan melalui observasi, wawancara, pre-test, angket awal, sosialisasi, pelatihan, pendampingan belajar, post-test, dan angket akhir. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 40 menjadi 67, sedangkan rata-rata math anxiety menurun dari 71 menjadi 58. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada kemampuan berhitung (T=0, p=0,00195) dan math anxiety (T=0, p=0,00391). Santri juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, keaktifan, dan antusiasme belajar. Instrumen yang digunakan divalidasi ahli dengan persentase validitas sebesar 86–87% (kategori sangat valid). Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masjid efektif meningkatkan kemampuan berhitung dan mengurangi math anxiety pada peserta.
Eksplorasi Etnomatematika Gula Merah Bengkulu dalam Pembelajaran Matematika Marsya Saputri; Leowaldi Leowaldi; Adi Asmara; Rahmat Jumri
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.719

Abstract

Gula merah tradisional merupakan salah satu produk kearifan lokal masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun, dan di dalam proses pembuatannya tersimpan berbagai konsep matematika yang belum banyak diungkap serta dimanfaatkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang terkandung dalam proses pembuatan gula merah tradisional Bengkulu dan mengkaji kemungkinan implementasinya dalam pembelajaran matematika di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas pengrajin gula merah, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan gula merah mulai dari penyadapan nira, penyaringan, perebusan, pencetakan, pendinginan, hingga pengemasan dan penjualan memuat konsep pengukuran, perbandingan dan rasio, barisan aritmetika, geometri bangun ruang sisi lengkung, pola bilangan, serta aritmetika sosial. Konsep-konsep tersebut berpotensi diintegrasikan ke dalam pembelajaran matematika realistik pada jenjang sekolah dasar dan menengah pertama melalui bahan ajar kontekstual, seperti lembar kerja peserta didik bertema kearifan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah etnomatematika Bengkulu sekaligus menjadi alternatif sumber belajar yang bermakna dan berbasis budaya lokal.