Setawar Abdimas
Vol. 5 No. 2 (2026): Juli

MODEL PENDAMPINGAN TERINTEGRASI LITERASI KEUANGAN DAN INKUBASI KEWIRAUSAHAAN BERBASIS POTENSI LOKAL UNTUK MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SIRNAMANAH

Nur Izzati (STIE Wibawa Karta Raharja, Indonesia)
Eko Wiji Pamungkas (STIE Wibawa Karta Raharja, Purwakarta, Indonesia)
Tasha Nurmeilita (STIE Wibawa Karta Raharja, Purwakarta, Indonesia)
Elisabect (STIE Wibawa Karta Raharja, Purwakarta, Indonesia)
Srie Hendraliany (STIE Wibawa Karta Raharja, Purwakarta, Indonesia)
Daniel Wisuda Purba (STIE Wibawa Karta Raharja, Purwakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
08 Jul 2026

Abstract

Rendahnya literasi keuangan dan kapasitas kewirausahaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang menghambat penguatan ketahanan ekonomi desa. Kondisi tersebut masih ditemukan pada sebagian pelaku usaha mikro di Desa Sirnamanah yang belum memiliki pembukuan usaha, masih mencampurkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta belum memanfaatkan pemasaran digital secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan, kapasitas kewirausahaan, dan ketahanan ekonomi masyarakat melalui “Model Pendampingan Terintegrasi Literasi Keuangan dan Inkubasi Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal”. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi asesmen kebutuhan, pelatihan, inkubasi usaha, financial coaching, business mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 40 peserta, yang terdiri atas 25 pelaku UMKM, 10 ibu rumah tangga produktif, dan 5 pemuda calon wirausaha. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi keuangan meningkat dari 54,3 menjadi 82,5 atau naik 28,2 poin (51,9%). Persentase peserta yang mampu menyusun pembukuan sederhana meningkat dari 27,5% menjadi 90,0%, peserta yang memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga meningkat dari 25,0% menjadi 87,5 dan penggunaan media digital untuk pemasaran meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Selain itu, omzet usaha peserta mengalami peningkatan rata-rata sekitar 20% selama masa pendampingan. Temuan ini menunjukkan bahwa model pendampingan terintegrasi lebih efektif dibandingkan pelatihan konvensional karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku pengelolaan usaha secara berkelanjutan. Model ini berpotensi direplikasi sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal pada desa-desa dengan karakteristik serupa.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

Setawar

Publisher

Subject

Religion Agriculture, Biological Sciences & Forestry Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Computer Science & IT

Description

Publikasi jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian masyarakat. SETAWAR ABDIMAS, secara khusus menitikberatkan pada permasalahan pokok dalam pengembangan ilmu bidang pengabdian kepada masyarakat sebagai ...