Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi sains aspek kompetensi dalam mendukung pembelajaran fisika abad ke-21 pada peserta didik SMA di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain explanatory sequential yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada tahap kuantitatif, tes literasi sains sebanyak 24 butir soal yang telah melalui validasi teoritik dan empirik diberikan kepada 103 peserta didik kelas XII Peminatan Fisika di SMA Negeri 8 Makassar. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk memperdalam pemahaman terhadap hasil tes. Instrumen penelitian dinyatakan valid (koefisien kesepakatan Gregory = 1,00) dan memiliki reliabilitas tinggi (r ? 0,81). Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik berada pada kategori sedang dengan skor rata-rata 13,49 (SD = 2,60). Capaian tertinggi terdapat pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah (57,29%), diikuti mengidentifikasi isu ilmiah (56,90%), dan menggunakan bukti ilmiah (53,76%). Temuan ini mengindikasikan bahwa peserta didik cukup mampu memahami konsep sains dasar namun masih mengalami kesulitan dalam menafsirkan data dan menggunakan bukti ilmiah secara kritis. Faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan literasi sains meliputi keterbatasan kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri, metode pengajaran yang berpusat pada guru, serta minimnya pengalaman praktikum. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya penerapan pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, berbasis proyek, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir ilmiah abad ke-21.
Copyrights © 2025