Penelitian ini dilatar belakangi oleh pembelajaran fisika khususnya materi momentum dan impuls masih kurang melatih kemampuan berpikir kreatif siswa, sehingga penerapan model Project Based Learning dengan pendekatan STEM diperlukan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman konsep secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Pembelajaran Berbasis Proyek yang terintegrasi dengan pendekatan STEM (PjBL-STEM) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan menggunakan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest. Populasi terdiri dari seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 9 Medan. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas: XI-5 sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan PjBL-STEM dan XI-4 sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, masing-masing terdiri dari 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan tes. Instrumen penelitian berupa tes esai yang telah divalidasi yang terdiri dari 6 item. Data dianalisis menggunakan uji-t dan skor N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest untuk berpikir kreatif adalah 39,93 untuk kelas kontrol dan 40,10 untuk kelas eksperimen. Rata-rata skor posttest adalah 60,67 untuk kelas kontrol dan 71,4 untuk kelas eksperimen. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menghasilkan nilai p (sig. 2-tailed) sebesar 0,002, yang kurang dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa PjBL-STEM secara signifikan memengaruhi keterampilan berpikir kreatif siswa. Peningkatan N-gain untuk kelas eksperimen adalah 0,65 (kategori sedang), sedangkan kelas kontrol mencapai N-gain sebesar 0,32 (kategori sedang).
Copyrights © 2026