Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika
Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA ADAT NGUNDUH MENANTU SUKU DAYAK KENINJAL DI DESA TUMBAK RAYA

Beni Saputra Anggau (Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Melawi)
Linda Dwi Saputri (Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Melawi)



Article Info

Publish Date
16 Jul 2026

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terdapat dalam adat ngunduh menantu suku Dayak Keninjal di Desa Tumbak Raya, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian eksploratif dan metode etnografi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, yaitu tokoh adat dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan prosesi adat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam adat ngunduh menantu terdapat berbagai konsep matematika, seperti bilangan dan operasi hitung, pengukuran, perbandingan dan proporsi, pola dan keteraturan, geometri, simetri, pembagian, serta penalaran logis. Konsep tersebut terlihat pada unsur adat seperti kain tungkau noik, ompung (banjang), tenda atau pentas, serta seserahan adat. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran matematika yang kontekstual dan bermakna. Kata kunci: etnomatematika, adat ngunduh menantu, Dayak Keninjal, budaya lokal. Abstract: This study aims to explore ethnomathematical concepts found in the traditional ngunduh menantu ceremony of the Dayak Keninjal tribe in Tumbak Raya Village, Sayan District, Melawi Regency, West Kalimantan. This research used a qualitative approach with an exploratory design and ethnographic method. The research subjects were selected purposively, including customary leaders and community members involved in the traditional ceremony. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña model consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that the ngunduh menantu tradition contains various mathematical concepts, including numbers and arithmetic operations, measurement, comparison and proportion, patterns and regularity, geometry, symmetry, division, and logical reasoning. These concepts are reflected in traditional elements such as the tungkau noik cloth, ompung (banjang), ceremonial tents or stages, and traditional offerings. The findings indicate that local culture has strong potential as a contextual and meaningful source for mathematics learning.  Keywords: ethnomathematics, ngunduh menantu tradition, Dayak Keninjal, local culture.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

KJPM

Publisher

Subject

Education Mathematics

Description

Jurnal Pendidikan Matematika publishes original research papers, case reports, and review articles. The publication include the topic abaut Mathematics ...