Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai-nilai budaya Mandailing yang terdapat di Bagas Godang Raja Najunggal serta menganalisis relevansinya sebagai landasan praktik konseling lintas budaya. Bagas Godang Raja Najunggal merupakan rumah adat bersejarah yang menyimpan kekayaan simbol, tradisi, dan nilai-nilai luhur masyarakat Mandailing yang masih lestari hingga kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan penjaga Bagas Godang, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bagas Godang Raja Najunggal mengandung beragam nilai budaya Mandailing yang kuat, meliputi nilai kekerabatan (dalihan na tolu), nilai musyawarah mufakat, nilai religiositas, nilai keharmonisan dengan alam, serta nilai penghormatan terhadap leluhur. Nilai-nilai ini memiliki relevansi fungsional yang signifikan dalam praktik konseling lintas budaya, khususnya dalam membangun rapport, memahami dinamika keluarga, dan merancang intervensi yang kontekstual secara kultural. Penelitian ini menegaskan bahwa konselor yang memahami dan menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal akan lebih efektif dalam membantu klien dari latar belakang Mandailing. Simpulan penelitian merekomendasikan agar nilai-nilai budaya Mandailing dijadikan referensi dalam pengembangan model konseling berbasis budaya lokal di Indonesia.
Copyrights © 2026