Indonesia sebagai negara dengan keberagaman suku, bahasa, dan budaya yang luar biasa menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar dalam dunia pendidikan. Peserta didik yang tumbuh dan belajar dalam lingkungan multikultural memerlukan kompetensi sosial yang memadai agar dapat berinteraksi secara harmonis dengan sesama yang memiliki latar belakang berbeda. Konseling lintas budaya hadir sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, yakni suatu pendekatan sistematis yang membantu individu memahami, menghargai, dan bernavigasi dalam dinamika keberagaman budaya. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam bagaimana implementasi konseling lintas budaya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi sosial peserta didik di lingkungan multikultural. Kajian dilakukan menggunakan metode tinjauan sistematis literatur terhadap penelitian-penelitian relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa program konseling lintas budaya yang dirancang secara tepat mampu meningkatkan empati antarbudaya, keterampilan komunikasi interpersonal, kemampuan resolusi konflik, serta rasa saling menghormati di antara peserta didik yang beragam. Integrasi teknologi digital dalam layanan konseling juga membuka peluang dan tantangan baru yang perlu dikelola dengan bijaksana. Implikasi praktis bagi konselor sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan dirumuskan sebagai rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti secara operasional.
Copyrights © 2026