Latar belakang: Guru pada sekolah Islam terpadu menghadapi tuntutan pekerjaan yang kompleks karena menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus pembinaan nilai-nilai keagamaan, sehingga berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap job burnout. Resiliensi dilihat dalam konteks ini sebagai sumber daya psikologis yang dapat membantu orang beradaptasi dan bekerja dengan baik ketika menghadapi tekanan pekerjaan. Tujuan: Penelitian ini mengkaji pengaruh resiliensi terhadap job burnout pada guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Usman Bin Ali Medan. Studi ini melakukan penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Metode: total sampling digunakan untuk mengumpulkan 46 guru sebagai responden. Skala resiliensi dan skala burnout pekerjaan digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memprediksi job burnout secara signifikan (p < 0,001). Nilai koefisien determinasi R2 adalah 0,458. Hasilnya menunjukkan bahwa resiliensi mampu menjelaskan 45,8% varians burnout kerja guru. Faktor lain di luar model penelitian menyumbang 54,2% sisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi sebagai sumber daya psikologis sangat penting bagi guru yang memiliki tuntutan akademik dan keagamaan. Kesimpulan: Penemuan ini memberikan saran praktis bagi lembaga pendidikan untuk membangun program penguatan resiliensi sebagai bagian dari strategi untuk mencegah guru menjadi lelah di tempat kerja dan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka sendiri.
Copyrights © 2026