Perundungan di masa remaja sering kali meninggalkan residu emosional yang berkepanjangan, khususnya amarah, yang secara signifikan dapat mengganggu penyesuaian psikologis individu hingga dewasa. Penelitian ini mengkaji efektivitas Brainspotting (BSP), sebuah intervensi trauma berbasis somatik, dalam mereduksi respons amarah yang dipicu oleh ingatan akan perundungan masa lalu pada seorang mahasiswa di Aceh, Indonesia. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif, penelitian ini mendokumentasikan pengalaman subjektif dan pola regulasi emosi partisipan selama tiga sesi intervensi BSP. Temuan menunjukkan penurunan substansial pada intensitas amarah yang dilaporkan sendiri dari 9/10 menjadi 1/10, disertai dengan penurunan signifikan pada reaksi somatik terkait seperti palpitasi jantung dan ketegangan otot. Secara kritis, partisipan melaporkan pergeseran kognitif dari sikap menghindar menjadi netral terhadap kemungkinan pertemuan di masa depan dengan pelaku. Studi ini menyimpulkan bahwa Brainspotting, melalui mekanisme neurobiologisnya dalam memproses trauma di tingkat subkortikal, menawarkan pendekatan yang ampuh dan terarah untuk mengatasi amarah mendalam yang berasal dari perundungan di sekolah, secara efektif memfasilitasi resolusi emosional dan somatik. Implikasi bagi layanan psikologis di perguruan tinggi sangat signifikan, terutama dalam konteks sosio-kultural Indonesia.
Copyrights © 2026