PT API merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang otomotif yang menghadapi tingkat cacat tinggi pada proses injection khususnya produk Duct S/A Air 8921. Berdasarkan data September–November 2025, ditemukan beberapa jenis cacat seperti NG Bubble sebesar 49%, NG Shortmold sebesar 25%, NG Shinkmark sebesar 17%, dan NG Scratch sebesar 9%, dengan NG Bubble sebagai yang paling dominan. Permasalahan ini dapat menurunkan kualitas produk dan efisiensi produksi. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis ( FMEA ) untuk menentukan prioritas risiko kegagalan berdasarkan nilai Risk Priority Number ( RPN ), serta Fault Tree Analysis ( FTA ) untuk mengidentifikasi akar penyebab cacat secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari sirkulasi air chiller yang tidak lancar, parameter setting yang tidak stabil, nozzle bocor, dan material yang masih lembab. Hasil perbaikan menunjukkan penurunan tingkat cacat yang sangat siginifkan.
Copyrights © 2026