Fenomena platformization dan dinamika attention economy telah mengubah lanskap industri media, melahirkan model homeless media yang beroperasi sepenuhnya menumpang pada ekosistem media sosial global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi dan eksistensi homeless media musik independen di Kota Surabaya di tengah dominasi logika media sosial. Surabaya dipilih sebagai lokus penelitian karena merepresentasikan karakteristik secondary city dengan dinamika subkultur musik yang dinamis namun memiliki keterbatasan infrastruktur konglomerasi media nasional. Menggunakan Teori Niche Media dari John Dimmick, penelitian ini membedah pemanfaatan sumber daya media berdasarkan tiga dimensi relung: niche breadth (keluasan relung), niche overlap (tumpang tindih relung), dan competitive superiority (keunggulan kompetitif). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan metode analisis komparatif lintas kasus pada enam homeless media musik di Surabaya, yaitu Arbiter, Asoy Media, Dilarang Duduk, Folkslokal, Note For Note, dan Rockin Verse. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pengelola media serta observasi konten digital. Hasil penelitian diharapkan dapat merumuskan sebuah tipologi model adaptasi homeless media dalam memenangkan persaingan memperebutkan atensi audiens, sekaligus memberikan kontribusi teoretis pada kajian ekonomi politik media digital di wilayah secondary cities.
Copyrights © 2026