Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Paguyuban Kerukunan Keluarga Kawanua Pekanbaru (K3P) dalam mempertahankan eksistensi suku Minahasa di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling terhadap enam informan yang merupakan pengurus aktif K3P. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K3P menjalankan lima peran utama: (1) membangun solidaritas sosial berbasis nilai mapalus; (2) melestarikan dan mentransmisikan budaya Minahasa melalui tari tradisional, musik Kolintang, kuliner khas, dan filosofi Si Tou Tumou Tumou Tou; (3) merepresentasikan identitas etnis Minahasa di ruang publik melalui FPK dan event pemerintah; (4) mendorong regenerasi budaya melalui Kayoge (Kawanua Youth Generation); serta (5) membangun hubungan harmonis dengan pemerintah daerah dan paguyuban etnis lain. Kelima peran tersebut mencerminkan berjalannya keempat fungsi AGIL Talcott Parsons secara sinergis. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya konsistensi partisipasi anggota, keterbatasan kapasitas pengurus, minimnya literatur budaya Minahasa di Pekanbaru, dan tantangan menarik minat generasi muda di era digital
Copyrights © 2026