Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perilaku usil siswa sekolah dasar di Distrik Cidahu, yang duduk di kelas lima, dan bagaimana lingkungan sekolah memengaruhi perkembangan sosial dan emosional mereka. Tokoh utama cerita tersebut adalah anak yang disenangi di rumah tetapi memiliki reputasi berperilaku buruk di sekolah, seperti mendorong kursi hingga teman sekelasnya tersandung. Wawancara dengan orang tua dan observasi kelas merupakan alat utama dari kotak peralatan penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa hubungan siswa dengan orang lain yang memiliki kebiasaan yang sama dan iklim sosial sekolah, yang mendorong perilaku usil, memiliki peran dalam perkembangan perilaku ini. Hasil ini didukung oleh teori yang dikemukakan oleh Piaget, Erikson, Bandura, dan Bronfenbrenner, yang memberikan penjelasan tentang pengaruh faktor lingkungan, perkembangan psikososial, dan proses kognitif terhadap perilaku anak. Pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam membantu anak-anak menumbuhkan sikap sosial yang konstruktif dan mengurangi perilaku mengganggu di sekolah disorot dalam penelitian ini.
Copyrights © 2025