Tidak dapat kita pungkiri bahwa isu terorisme di Indonesia masih menjadi isu keagamaan yang santer di bicarakan/di diskusikan, apa lagi ada beberapa tuduhan dan persepsi yang dialamatkan kepada Muhammadiyah yang mendukung terorisme, hal ini di buktikan dengan banyak kader-kadernya yang terlibat dalam beberapa kasus terorisme. Oleh Karena itu Latar belakang dalam Penelitian ini adalah adanya keterlibatan warga Muhammadiyah dalam beberapa aksi terorisme di Indonesia, hal inilah yang menarik untuk diteliti.Penelitian ini berusaha mencari tahuBagaimana pandangan elit dan warga Muhammadiyah Jawa Timur terkait dengan aksi terorisme di Indonesia yang melibatkan kader Muhammadiyah?. Penelitian ini juga berusaha mengkolaborasikan konsep dan teori orientailsme/ other W. Said, dikursus kekuasaan/pengetahuan Foucault dan Samuel P. Huntington dan magnum opusnya “The Class Of Civilitation”. Teori-teori yang diadaptasi ini merupakan dialektika yang secara pragmatik berada pada posisi "chane and contuinity", berubah dan berkesinambungan. Diskursus kekuasaan/pengetahuan Foucault memberi skill analisis bahwa kepentingan tak lepas dari kekuasaan. Sebuah teori yang menjelaskan pola-pola persaingan gagasan, bagaimana sebuah gagasan menjadi dominan sementara yang lain tidak?. Teori Foucault dapat membedakan antara diskursus dominan dan diskursus alternatif yang subversi Ideologi dominan. Dalam rangka untuk penggalian data yang lebih komprehensif penelitian ini dilakukan lokasi yang dijadikan sebagai setting pengambilan data yang digunakan sebagai bahan di dalam Penelitian ini adalah Para Elit Muhammadiyah di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM JATIM), dan warga Muhammadiyah Jawa Timur yang dalam penelitian Prof Munir Mulkhan dikelompokkan sebagai Al-Ikhlas, Ahmad Dahlan, Munu dan Munas.
Copyrights © 2017