Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat social media fatigue (SMF) pada Generasi Z, khususnya mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025; dan (2) mengidentifikasi butir-butir item pada skala SMF yang menunjukkan kategori tinggi berdasarkan pengalaman penggunaan media sosial mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 126 mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Angkatan 2025. Sampel penelitian terdiri atas 57 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa aktif Angkatan 2025, termasuk dalam kategori Generasi Z, menggunakan media sosial dalam aktivitas sehari-hari, serta mengisi kuesioner secara lengkap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Social Media Fatigue berbentuk skala Likert. Hasil uji validitas menunjukkan 39 butir pernyataan valid dari 50 butir yang disusun, sedangkan uji reliabilitas memperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,890, sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan JASP melalui pengelompokan kategori berdasarkan rentang skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat social media fatigue responden didominasi kategori ringan hingga sedang, yaitu 27 responden (47%) berada pada kategori ringan, 26 responden (46%) pada kategori sedang, 3 responden (5%) pada kategori sangat ringan, dan 1 responden (2%) pada kategori berat, sedangkan tidak terdapat responden pada kategori sangat berat. Distribusi capaian skor item juga didominasi kategori rendah hingga sedang, dengan satu indikator berada pada kategori tinggi yang berkaitan dengan kecenderungan terdistraksi oleh banyaknya informasi di media sosial. Temuan ini hanya menggambarkan kondisi 57 responden yang menjadi subjek penelitian dan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasikan kepada seluruh mahasiswa Generasi Z atau populasi yang lebih luas. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan layanan bimbingan dan konseling dalam membantu mahasiswa mengelola penggunaan media sosial secara sehat dan seimbang.
Copyrights © 2026