Kondisi oli hidrolik dan temperatur operasi berpengaruh terhadap keandalan sistem hidrolik pada alat berat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh umur pakai oli dan temperatur operasi terhadap degradasi oli serta kondisi sistem hidrolik pada excavator Komatsu PC2000-11. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental melalui analisis oli pada empat variasi umur pakai, yaitu 2.709, 3.199, 3.706, dan 3.986 jam. Sampel oli diuji menggunakan metode Oil Spectrometric Analysis (OSA) dengan parameter viskositas, Total Acid Number (TAN), dan kandungan logam keausan besi (Fe), serta didukung pemantauan temperatur operasi sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan umur pakai oli menyebabkan kenaikan kandungan Fe dari 3 ppm menjadi 31,3 ppm, disertai perubahan viskositas dari 7,4 cSt menjadi 6,7 cSt. Temperatur maksimum sistem juga meningkat dari 79°C menjadi 95°C yang mengindikasikan meningkatnya beban termal dan percepatan degradasi oli. Temuan lapangan berupa akumulasi partikel keausan pada return filter, kebocoran seal, dan retakan hose hidrolik mendukung hasil analisis laboratorium. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan oli mendekati batas penggantian 4.000 jam dan temperatur operasi yang tinggi mempercepat degradasi oli serta meningkatkan risiko keausan komponen. Oleh karena itu, penerapan condition based maintenance (CBM) berbasis analisis oli diperlukan untuk menentukan interval penggantian oli yang lebih sesuai dengan kondisi operasi aktual.
Copyrights © 2026