Perlakuan panas pada mesin retort berperan penting dalam menjamin keamanan mikrobiologis dan memperpanjang masa simpan produk pangan, namun efektivitas sterilisasi sangat dipengaruhi oleh keseragaman distribusi panas di dalam tabung retort. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik heat distribution dalam tabung mesin retort berbasis Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk mengevaluasi pengaruh variasi temperatur operasi dan kecepatan aliran uap jenuh terhadap performa termal sistem. Manfaat penelitian ini adalah menyediakan dasar evaluasi numerik bagi optimasi desain dan kondisi operasi retort agar proses sterilisasi berlangsung lebih merata, stabil, dan efisien. Metode yang digunakan berupa simulasi numerik tiga dimensi dengan model turbulensi realizable k-ε, grid optimum 3.063.355 elemen, variasi temperatur inlet 115–123°C, serta kecepatan aliran 2–10 m/s. Hasil simulasi menunjukkan bahwa temperatur inlet merupakan parameter dominan, ditandai peningkatan temperatur permukaan dari 175,546°C menjadi 189,315°C pada kecepatan 2 m/s, serta kenaikan koefisien perpindahan panas dari 14,20 menjadi 16,15 W/m²°C. Ketidakteraturan pada 6 m/s dan 119°C mengindikasikan potensi cold spot. Hasil penelitian diharapkan dapat diimplementasikan sebagai acuan perancangan dan optimasi proses sterilisasi pada mesin retort untuk mendukung keamanan pangan serta efisiensi energi pada industri makanan
Copyrights © 2026