Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Variasi Arus pada Pengelasan GMAW Terhadap Kekuatan dan Kekerasan Baja ST60 Abdul Lutdfi Pratama; Slamet Supriyadi; Hisyam Ma’mun
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4396

Abstract

Berkembangnya dunia industri yang semakin maju tidak dapat dipisahkan dengan proses pengelasan. Pengelasan merupakan teknik menyambung dua logam atau lebih dengan memanfaatkan energi panas untuk mencairkan logam induk. Dalam pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi salah satuya adalah kuat arus pengelasan. Studi kekuatan dan kekerasan pada sambungan las telah ditentukan pada plat baja ST60 tebal 6 mm dengan menggunakan pengelasan GMAW dan menggunakan arus 90, 100, dan 110 Ampere dan tujuan studi ini menguji kekuatan tarik dan kekerasan pada sambungan las. Dari arus 95, 100, dan 110 Ampere diperoleh Rata-rata hasil uji 333,2 HV, 464,1 HV, dan 558,1 HV. Nilai kekerasan rata-rata tertinggi ialah pada arus 110 Ampere. Kemudian pada pengujian tarik, nilai uji tarik pada arus 90, 100, dan 110 Ampere diperoleh rata-rata hasil uji 418,3 MPa, 545,5 MPa, dan 633,3 MPa. Nilai kekuatan tarik tertinggi ialah pada arus 110 A. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi arus pengelasan yang dipakai, maka semakin tinggi nilai kekerasan dan kekuatan tarik baja ST 60.
Pengaruh Variasi Media Pendingin pada Proses Pengelasan GMAW Terhadap Kekerasan dan Ketangguhan Baja AISI 1045 Alvin Ardian Pradana; Carsoni Carsoni; Hisyam Ma’mun
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4398

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mendorong berkembangnya dunia industri dan tidak dapat dipisahkan dengan proses pengelasan. Pengelasan merupakan teknik menyambung dua logam atau lebih dengan memanfaatkan energi panas untuk mencairkan logam induk. Dalam pengelasan banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya adalah proses quenching. Proses quenching proses dimana baja AISI 1045 yang termasuk baja karbon sedang mendapatkan perlakuan panas dengan suhu 830oC kemudian dilakukan pendinginan secara cepat dengan media pendingin. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media pendingin dalam proses quenching baja AISI 1045. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen. Dalam penelitian yang dilakukan oleh penulis didapat nilai ketangguhan yang diperoleh dari media quenching udara sebesar 2.88 Joule/mm², oli sebesar 1.25 Joule/mm², solar sebesar 1.23 Joule/mm², air sebesar 0.63 Joule/mm², dan yang terendah adalah air garam sebesar 0.59 Joule/mm². Sedangkan nilai kekerasan yang diperoleh dari media quenching air garam sebesar 62.47 HRC, air sebesar 56.67 HRC, solar sebesar 52.43 HRC, oli sebesar 49.1 HRC dan yang terendah yaitu udara 43.2 HRC. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa spesimen yang di lakukan quenching dengan media yang memiliki massa jenis rendah maka laju pendinginannya lambat dan berpengaruh pada nilai ketangguhan yang tinggi namun nilai kekerasan rendah, begitu juga sebaliknya.
PENGARUH QUENCHING TERHADAP KEKERASAN DAN KETANGGUHAN BAJA AISI 4340 PADA PROSES PACK CARBURIZING DENGAN KATALIS BARIUM KARBONAT (BaCO3) DAN KALSIUM KARBONAT (CaCO3) Irsam Maulana Masoli; Slamet Supriyadi; Hisyam Ma'mun
Device Vol 11 No 1 (2021): Bulan Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v11i1.1798

Abstract

Proses pack carburizing adalah proses meningkatkan kekerasan suatu materi dengan menambahkan unsur karbon dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses pack carburizing terhadap nilai kekerasan dan ketangguhan baja AISI 4340 setelah dilakukan proses pack carburizing dengan variasi katalis dan media quenching. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja AISI 4340 yang termasuk dalam jenis baja paduan rendah atau low alloy. Dalam penelitian ini jenis karbon yang digunakan adalah arang tempurung kelapa dengan penambahan katalis BaCO3 dan CaCO3 sebesar 30% dari berat arang, dipanaskan pada temperatur 900˚C dan holding time 180 menit, media quenching yang digunakan yaitu oli dan air. Untuk mengetahui hasil dari proses pack carburizing dilakukan pengujian kekerasan serta pengujian ketangguhan, dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kekerasan rata-rata tertinggi pada spesimen dengan penambahan katalis BaCO3 dan media quenching air sebesar 663.7 HV. Nilai ketangguhan mengalami penurunan dari raw material dengan nilai tertinggi sebesar 0.60 J/mm2 menggunakan katalis CaCO3 dan media quenching oli.
PENGARUH VARIASI SUDUT KAMPUH DAN KUAT ARUS TERHADAP KEKUATAN DAN KEKERASAN ST 60 PADA PENGELASAN SMAW rizki bagas karmanianto; Carsoni Carsoni; Hisyam Ma’mun
Device Vol 11 No 1 (2021): Bulan Mei
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/device.v11i1.1805

Abstract

Proses pengelasan merupakan proses penyambungan logam yang paling banyak digunakan pada saat ini. Pengelasan mempunyai banyak keuntungan antara lain: praktis, hasilnya dapat diandalkan, efisien, dan ekonomis. Shielded Metal Arc Welding (SMAW) atau las elektroda terbungkus merupakan proses pengelasan yang paling banyak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi sudut kampuh dan kuat arus pada SMAW terhadap kekuatan tarik dan kekerasan ST 60 dengan variasi sudut kampuh sebesar 60˚, 70˚, 80˚ dan 90˚ pada kuat arus las 115 A, 130 A dan 150 A. Dari hasil pengujian tarik tertinggi terjadi pada variasi sudut kampuh 90˚ dan kuat arus 150 A dengan nilai 629.09 MPa. Untuk pengujian kekerasan tertinggi terjadi pada variasi sudut kampuh 90˚ dan kuat arus 150 A dengan nilai 58.2 HRC. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa, semakin besar sudut kampuh maka semakin besar nilai kekuatan tarik dan kekerasan. Semakin besar kuat arus maka semakin besar nilai kekuatan tarik dan kekerasan material hasil pengelasan.
Analisa Keausan Besi Cor Kelabu dan Alumunium Ai₂O₃ dengan Pelumas SAE 40 Menggunakan Alat Uji Tribology Pin On Disc Aan Burhanudin; Hisyam Ma'mun; Anggit Bayu Prabowo; Aries Dwi Cahyono; Ihsan Nur Roziqin
Quantum Teknika : Jurnal Teknik Mesin Terapan Vol 3, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jqt.v3i2.14175

Abstract

Tribology is used for testing wear and tear materials to know the results of wear and friction. Tribology consists of pins in the shape of a ball made of certain materials needed according to our needs, and discs can also be adjusted according to the types of materials. This research aims to know the results of the comparison between the wear of cast iron and aluminum AI O₃. This study analyzes the aluminum material for the ± 13th rotation, the friction force that occurs in this condition is 0.700 gram. It decreases to 0.470 gram in this condition, and the frictional force is in a steady state. This study analyzes the Cast Iron material will be stable after passing through the 10th round. The frictional force that occurs in this condition is 0.550 grams and then decreases to 0.245 grams. The frictional force is in a steady-state condition.
Analisis Keausan Alumunium Menggunakan Tribotester Pin On Disc dengan Variasi Kecepatan dan Pelumas Fajar Ahmad Shobrowi; Aan Burhanudin; Hisyam Ma’mun
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v18i2.6026

Abstract

Pin-on-disc merupakan salah satu dari Tribotester yang nantinya digunakan sebagai alat uji suatu materi untuk mengetahui prediksi dan kejutan. Pin-on-disc terdiri dari pin yang berupa bola yang terbuat dari material tertentu dan disc yang juga dapat divariasikan jenis materialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kondisi pelumasan pada bahan keausan aluminium. Pin diuji dengan menggunakan pelumas SAE 40 dan SAE 140. Faktor keausan terbesar dalam penelitian yang telah dilakukan, terjadi pada pengujian dengan menggunakan pelumas SAE 40 sebesar 0,00121 m 3 /Nm diikuti dengan pengujian menggunakan pelumas SAE 140 sebesar 0,00131 m 3 /NmKata kunci : Pin-on-disc , variasi pelumasan, keausan alumunium.
Pemodelan dan Simulasi Perambatan Panas dan Laju Aliran Udara Pada Mesin Penetas Telur Statis Menggunakan Computational Fluid Dynamics Software Agus Mukhtar; Rifki Hermana; Oki Prio; Hisyam Ma’mun; Aan Burhanudin
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 2 No 2 (2023): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v2i2.55

Abstract

Egg incubators are devices designed to create optimal conditions for eggs to hatch into chicks. Several important factors that must be considered in the egg incubator include temperature, humidity and air flow rate in the egg incubator chamber. Simulation of heat propagation and airflow rate in the hatchery was carried out using CFD software. The simulation results of heat propagation with a heating source above the egg rack obtained a maximum temperature of 312oK or the equivalent of 38.85o C which is right below the heater while the lowest temperature is 311°K or the equivalent of 37.85°C which is in the corner of the hatchery. The simulation results of the air flow rate with an air flow velocity of 1m/s obtained that the egg incubator with a heating source above the egg rack has an air flow rate in the hatchery space that is evenly distributed throughout the room so that the air can reach all the eggs in the hatchery room with a level hatching success of 80.5%.