Artikel ini membahas ragam dan pergeseran aktivitas pelesiran orang-orang Eropa di Pemalang pada awal abad ke-20. Sejak akhir abad ke-19, Pemalang menjadi pusat pemukiman orang-orang Eropa yang bekerja di perkebunan, pabrik, maupun pemerintahan. Di waktu senggang, mereka berpelesir di pusat kota untuk melupakan rutinitas harian yang membosankan. Namun, mereka justru terjebak dalam aktivitas pelesiran yang monoton karena terbatasnya ragam hiburan di pusat kota. Artikel ini menunjukkan bahwa orang-orang Eropa di Pemalang yang awalnya melakukan aktivitas pelesiran di pusat kota, mulai mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di pinggiran kota. Di sana, mereka bisa melakukan berbagai aktivitas pelesiran yang lebih bervariasi, mulai dari menyusuri pematang kebun jagung di Randudongkal hingga mendaki puncak Gunung Slamet. Kajian ini menggunakan berbagai sumber penelitian sejarah, seperti sumber-sumber primer yang terdiri dari arsip-arsip, foto-foto, dan berbagai artikel surat kabar serta sumber-sumber sekunder yang terdiri dari berbagai buku, artikel jurnal ilmiah, karya ilmiah, dan laman daring.
Copyrights © 2026