Masa nifas merupakan periode kritis bagi ibu pasca persalinan yang memerlukan perhatian khusus terkait pemulihan fisik dan pengaturan jarak kehamilan melalui KB pasca salin. Di Kabupaten Pringsewu, partisipasi KB pasca salin masih menghadapi kendala akibat rendahnya literasi kesehatan serta adanya keraguan sosioreligius masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu pasca salin melalui edukasi masa nifas terstruktur dan konseling pengambilan keputusan KB pasca salin berbasis nilai keislaman (tanzhīm an-nasl). Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Mei 2026 di Bidan Praktik Mandiri (BPM) Dzul Istiqomah dengan melibatkan sasaran utama ibu pasca salin. Metode yang digunakan adalah pemberian edukasi menggunakan media leaflet dan konseling dua arah berbasis pilihan sadar (informed choice). Hasil pelaksanaan program menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat memuaskan di atas 80% pada seluruh indikator capaian. Melalui verifikasi lisan, tingkat pemahaman ibu mengenai tanda bahaya nifas mencapai 92%, dan penerimaan spiritual terhadap konsep pengaturan jarak kehamilan berbasis Islam mencapai 95%. Sebanyak 85% ibu mampu menentukan metode kontrasepsi secara mandiri, dan 80% di antaranya berkomitmen menjadwalkan pemasangan pada kunjungan berikutnya. Kesimpulannya, integrasi edukasi klinis dan pendekatan keislaman satu hari ini efektif dalam memantapkan keputusan ber-KB bagi ibu pasca salin.
Copyrights © 2026