Nanas merupakan salah satu tanaman hortikultura potensial di Indonesia dan memiliki nilai jual yang baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia penyebaran tanaman nanas hampir merata di seluruh daerah, dikarenakan nanas memiliki kemampuan tumbuh di Indonesia yang memiliki keragaman agroklimat perbanyakan tanaman nanas secara vegetatif seperti stek tunas yang langsung ditanam ke tanah akan menghasilkan jumlah bibit yang sedikit, memerlukan tempat yang luas, waktu yang sangat lama dan tergantung musim, hal ini akan memperlambat ketersediaan buah nanas. Perbanyakan secara in vitro atau kultur jaringan merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif pratikum ini bertujuan untuk mengetahui secara teknis cara melakukan teknik sterilisasi yang ada pada kultur jaringan. Metode pratikum yang digunakan sterilisasi, pembuatan larutan stok ZPT, pembuatan media tanam dan penanaman eksplan. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa induksi tunas nanas Ananas comosus (L.) Merr varietas Gemilang secara in vitro dengan pemberian NAA 1 ppm dan BAP 5 ppm tidak berhasil menghasilkan tunas pada sebagian besar eksplan yang diuji, dengan dormansi mencapai 28%. Selain itu, terdapat masalah kontaminasi bakteri yang mencapai 68%, yang mengganggu pertumbuhan eksplan. Penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan eksplan yang sehat, penyesuaian konsentrasi ZPT, langkah-langkah sterilisasi yang harus diperketat dan pengelolaan kondisi lingkungan yang optimal untuk meningkatkan keberhasilan induksi tunas dalam kultur jaringan
Copyrights © 2026