CV. Dwipa Nusantara Tobacco merupakan salah satu industri pengolahan tembakau di Kabupaten Jember yaitu berupa produk cerutu. Dalam praktik operasionalnya, perusahaan menghadapi berbagai permasalahan kualitas yang berdampak langsung terhadap performa produk dan persepsi konsumen. Permasalahan ini masih terdapat produk defect atau produk cacat terutama pada produk jenis Johnny Short Robusto (Short Filler) yang sering sekali dilakukan pembuangan sekitar 8% bahkan hingga 15% dari total produksi bulanan. Pendekatan Six Sigma digunakan pada penelitian ini dengan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improvement, Control) dan mencakup Implementasi Kaizen selama fase perbaikan. Empat kategori kritis terhadap CTQ yakni defect cerutu ekras, cerutu kopong, cerutu bentuk tidak bulat, dan cerutu pecah. asil perhitungan menggunakan indikator Defect per Million Opportunities (DPMO) menunjukkan nilai sebesar 42.598,79, yang berarti menghasilkan tingkat sigma sebesar 3,2, sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja proses produksi cerutu Johnny Short Robusto masih berada pada level rata-rata industri di Indonesia. Pengendalian yang dapat dilakukan dengan mengatur komposisi dan pendistribusian scrap agar kebih merata; melakukan sortasi binder berdasarkan ketebalan (tebal dan tipis); melakukan sortasi scrap dari gagang tembakau, kerikil, atau benda lainnya; dan pemeriksaan kualiatas dilakukan secara berkala pada setiap tahapan produksi.
Copyrights © 2026