Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang tergolong dalam mikronutrien selain mineral dimana vitamin C berperan sebagai antioksidan dan dalam sintesis kolagen. Bayam hijau dan bayam merah merupakan salah satu tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat dan diketahui kaya akan vitamin salah satunya vitamin C. Penelitian ini menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar vitamin C pada tiga perlakuan: tanpa pemanasan, pemanasan selama 5 menit, dan 10 menit. Analisis kualitatif menggunakan larutan KMnO₄ dan AgNO₃ menunjukkan keberadaan vitamin C melalui reaksi spesifik, seperti perubahan warna menjadi coklat pada KMnO₄ dan terbentuknya endapan hitam pada AgNO₃. Hasil uji kuantitatif menunjukkan penurunan kadar vitamin C secara signifikan seiring dengan meningkatnya durasi pemanasan. Pada bayam hijau, kadar vitamin C menurun dari 5,274 mg (2,109%) tanpa pemanasan menjadi 3,309 mg (1,324%) setelah 10 menit. Kadar vitamin C pada bayam merah berkurang dari 4,499 mg (1,799%) menjadi 1,849 mg (0,739%).. Hal ini menunjukkan bahwa durasi lama pemanasan mempengaruhi kadar vitamin C karena sifatnya yang sensitif terhadap panas, serta memberikan wawasan tentang dampak proses pengolahan makanan terhadap kandungan nutrisinya.
Copyrights © 2026