Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Comparison of Vitamin C Content in Fresh and Canned Mandarin Oranges (Citrus reticulata Blanco) at a Supermarket in Pontianak Erwansani, Enggy; Reynaldi, Muhammad Andre; Evifani, Dinda Silvia; Fong, Siau; Fendi, Fendi; Stevia, Tessa; Saputra, Rico; Setiawansyah, Arif
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.20450

Abstract

Abstract: Vitamin C is one of the micronutrients needed and cannot be synthesized by the human body so it needs intake from the outside such as fruits. Mandarin oranges are one of the sources of vitamin C that is widely circulated in Pontianak City. This fruit can be available in both fresh and canned form. However, the heating process during the processing of canned fruit can damage the vitamin C content in it. Therefore, an analysis is needed to compare vitamin C levels in fresh and canned mandarin fruits. The methods used were in the form of tube tests using FeCl3, KMnO4, and I2, as well as quantitative tests using uv-vis spectrophotometry. The results showed that the two positive samples contained vitamin C with a level of 78.56912152 mg/100 g in the fresh sample and 31.95655685 mg/100 g in the canned sample. Thus, it can be concluded that the vitamin C level in fresh mandarin oranges is higher than in canned mandarin oranges.
Studi of factors that affect enzyme activity in Avocado fruit (Persea americana) Reynaldi, Muhammad Andre; Erwansani, Enggy; Yuswar, Muhammad Akib; Najini, Robby
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado contains lipase enzyme. Enzymes can be found in avocado seeds. Factors that can affect Alanin Transaminase (ALT) enzyme activity are temperature increase, pH, substrate concentration, enzyme concentration, inhibitors and storage time. The study aims to investigate the effect of various factors of temperature, pH, and substrate concentration on enzyme activity. Research on factors that affect enzyme activity in avocado fruit was carried out by enzyme preparation in 3 stages of testing the effect of temperature, pH, and substrate concentration. The results of observations made in testing several factors. Observations show that temperature has a significant effect on changes in color and viscosity of the sample. Avocado is a source of various enzymes such as lipase, polyphenol oxidase, and peroxidase. These enzymes play an important role in various biochemical reactions in fruit. Research conducted shows that enzymes in avocado have a role as biocatalysts that can accelerate chemical reactions.
Uji Aktivitas Enzim pada buah Mangga (Mangifera indica L) erwansani, enggy; Reynaldi, Muhammad Andre; Yuswar, Muhammad Akib; Najini, Robby
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol 2, No 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Mangga tidak hanya dikenal karena rasanya yang manis, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Mangga mengandung enzim amilase dan enzim katalase, yang mempunyai peran dalam proses pencernaan dan reaksi biokimia pada tubuh manusia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui secara detail faktor-faktor yang mempengaruhi aktivasi enzim, dengan fokus pada pengaruh pH, suhu, dan konsentrasi yang berbeda-beda. Metode: Penelitian ini dilakukan di laboratorium dengan menggunakan metode eksperimental, di mana dilakukan pencampuran larutan pada berbagai tingkat pH, yaitu pH 2, pH 7,4, dan pH 9. Selain itu, suhu juga bervariasi dengan pengaturan pada 100 °C, 37 °C, 25 °C, dan 4 °C. Penelitian ini juga melibatkan penggunaan konsentrasi yang berbeda untuk melihat dampaknya terhadap aktivitas enzim. Hasil: Penelitian ini menghasilkan bukti yang jelas bahwa aktivitas enzim sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut, yaitu pH, suhu, dan konsentrasi. Setiap variasi dalam pengaturan kondisi eksperimen menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam tingkat aktivitas enzim yang terukur. Kesimpulan: Melalui penelitian ini, diharapkan dapat dibuktikan bahwa aktivitas dari enzim memang bisa terpengaruhi oleh pH, suhu, dan konsentrasi. Setiap uji yang dilakukan menunjukkan kompleksitas interaksi antara faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi kinerja enzim. Penelitian ini dapat memberikan kondisi optimal untuk memaksimalkan aktivitas enzim dalam berbagai aplikasi biokimia.
Comparison of Vitamin C Content in Fresh and Canned Mandarin Oranges (Citrus reticulata Blanco) at a Supermarket in Pontianak Erwansani, Enggy; Reynaldi, Muhammad Andre; Evifani, Dinda Silvia; Fong, Siau; Fendi, Fendi; Stevia, Tessa; Saputra, Rico; Setiawansyah, Arif
Journal of Food and Pharmaceutical Sciences Vol 13, No 3 (2025): J.Food.Pharm.Sci
Publisher : Integrated Research and Testing Laboratory (LPPT) Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfps.20450

Abstract

Abstract: Vitamin C is one of the micronutrients needed and cannot be synthesized by the human body so it needs intake from the outside such as fruits. Mandarin oranges are one of the sources of vitamin C that is widely circulated in Pontianak City. This fruit can be available in both fresh and canned form. However, the heating process during the processing of canned fruit can damage the vitamin C content in it. Therefore, an analysis is needed to compare vitamin C levels in fresh and canned mandarin fruits. The methods used were in the form of tube tests using FeCl3, KMnO4, and I2, as well as quantitative tests using uv-vis spectrophotometry. The results showed that the two positive samples contained vitamin C with a level of 78.56912152 mg/100 g in the fresh sample and 31.95655685 mg/100 g in the canned sample. Thus, it can be concluded that the vitamin C level in fresh mandarin oranges is higher than in canned mandarin oranges.
DOCKING SINERGIS ALLICIN, ALLIIN, DAN DIALLYL SULFIDE TERHADAP RESEPTOR ESTROGEN ALFA PADA KANKER PAYUDARA Reynaldi, Muhammad Andre; Faradilla, Aulia; Erwansani, Enggy; Najini, Robby
JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda) Vol. 9 No. 1 (2025): JIFI (Jurnal Ilmiah Farmasi Imelda)
Publisher : Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jifarmasi.v9i1.1982

Abstract

ANALISIS VARIASI LAMA PEMANASAN TERHADAP KADAR VITAMIN C PADA BAYAM HIJAU (Amaranthus hybridus) DAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) Erwansani, Enggy; Nashwa, Fildzah; Aufa, Muhammad Ammar; Kwok, Nendy Kusuma; Manik, Zefanya Cristin Oktavia; Firdausi, Arief Puspa; Azhari, Khaidir
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang tergolong dalam mikronutrien selain mineral dimana vitamin C berperan sebagai antioksidan dan dalam sintesis kolagen. Bayam hijau dan bayam merah merupakan salah satu tanaman yang sering dikonsumsi masyarakat dan diketahui kaya akan vitamin salah satunya vitamin C. Penelitian ini menggunakan spektrofotometri UV-Vis untuk mengukur kadar vitamin C pada tiga perlakuan: tanpa pemanasan, pemanasan selama 5 menit, dan 10 menit. Analisis kualitatif menggunakan larutan KMnO₄ dan AgNO₃ menunjukkan keberadaan vitamin C melalui reaksi spesifik, seperti perubahan warna menjadi coklat pada KMnO₄ dan terbentuknya endapan hitam pada AgNO₃. Hasil uji kuantitatif menunjukkan penurunan kadar vitamin C secara signifikan seiring dengan meningkatnya durasi pemanasan. Pada bayam hijau, kadar vitamin C menurun dari 5,274 mg (2,109%) tanpa pemanasan menjadi 3,309 mg (1,324%) setelah 10 menit. Kadar vitamin C pada bayam merah berkurang dari 4,499 mg (1,799%) menjadi 1,849 mg (0,739%).. Hal ini menunjukkan bahwa durasi lama pemanasan mempengaruhi kadar vitamin C karena sifatnya yang sensitif terhadap panas, serta memberikan wawasan tentang dampak proses pengolahan makanan terhadap kandungan nutrisinya.
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI WILAYAH PERBATASAN: STUDI KUALITATIF DI DUSUN SASAK DESA SANTABAN KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Damayanti, Winalda; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan memiliki keterbatasan geografis dan infrastruktur yang dapat memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, termasuk layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aksesibilitas layanan kefarmasian berdasarkan pengalaman masyarakat di Dusun Sasak, Desa Santaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap 10 responden yang dipilih secara purposive danaccidental sampling yang kemudian dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh jarak dan waktu tempuh, ketersediaan transportasi, biaya, ketersediaan obat, serta jam layanan. Masyarakat cenderung memilih fasilitas kesehatan yang paling dekat dan mudah dijangkau meskipun berada di luar wilayah administratif. Hambatan yang ditemukan meliputi kekosongan obat, keterbatasan jam layanan, serta keterbatasan jenis layanan yang mengharuskan rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi. Kesimpulan menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan masih menghadapi kendala geografis dan operasional, namun masyarakat telah beradaptasi dengan memanfaatkan fasilitas yang paling mudah dijangkau. Walaupun begitu, diperlukan penguatan ketersediaan obat, optimalisasi layanan di fasilitas terdekat untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kefarmasian.
AKSESIBILITAS LAYANAN KEFARMASIAN DI DAERAH PERBATASAN: TEMUAN KUALITATIF DI DESA KALIAU’ KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Hariska, Ina; Robiyanto; Susanti, Ressi; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam menjamin penggunaan obat yang aman dan rasional, namun aksesibilitasnya masih menjadi tantangan di wilayah perbatasan dengan keterbatasan geografis dan sistem pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aksesibilitas layanan kefarmasian di Desa Kaliau’, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Informan dipilih secara purposive dan accidental sampling, dengan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian dipengaruhi oleh keterjangkauan fisik, ketersediaan layanan, sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pembiayaan. Meskipun akses geografis relatif mudah, masih terdapat keterbatasan yaitu belum tersedianya layanan obat di luar puskesmas, keterbatasan tenaga kesehatan khususnya dokter tetap, serta fasilitas pelayanan kefarmasian yang belum memadai. Hal ini menunjukkan bahwa aksesibilitas layanan kefarmasian di wilayah perbatasan belum optimal.
ANALISIS AKSESIBILITAS MASYARAKAT WILAYAH PERBATASAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN: STUDI KASUS DI DESA SEBUNGA KECAMATAN SAJINGAN BESAR KALIMANTAN BARAT Maharani, Shindy; Robiyanto; Purwanti, Nera Umilia; Haulaini, Shahiroh; Erwansani, Enggy
Journal Pharmacy Of Tanjungpura Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perbatasan termasuk dalam kategori daerah 3T yang menghadapi keterbatasan akses pelayanan kefarmasian. Desa Sebunga di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, merupakan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang hanya bergantung pada Puskesmas Sajingan Besar sebagai penyedia layanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi aksesibilitas masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kefarmasian. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan wawancara. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan purposive dan accidental sampling serta dianalisis dengan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik, ekonomi, dan sosial mempengaruhi kemudahan masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Peningkatan aksesibilitas perlu disertai dengan perbaikan kualitas pelayanan guna membentuk persepsi masyarakat yang lebih positif terhadap pelayanan kefarmasian di wilayah perbatasan.