Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai usia. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki status gizi balita stunting adalah pemberian makanan tambahan yang mengandung protein hewani dan nabati. Ikan kembung mengandung protein, omega-3, dan zat besi, sedangkan tahu merupakan sumber protein nabati dan kalsium. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan kasus perubahan status nutrisi Balita stunting melalui pemberian sosis ikan dan tahu di Wilayah Kerja Puskesmas Sijuk, Kabupaten Belitung. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu seorang anak dengan stunting dan mengalami penurunan nafsu makan serta berat badan. Intervensi yang diberikan yaitu menggunakan sosis ikan dan tahu. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner penurunan nafsu makan, dan lembar observasi harian. Hasil penelitian menunjukkan anak mengalami defisit nutrisi yang dibuktikan dengan nafsu makan menurun, tampak pendek, tinggi badan 74 cm, lingkar kepala 31 cm, dan berat badan menurun (7,5 kg). Hasil setelah di berikan tindakan pemberian sosis ikan dan tahu selama 4 minggu berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dari sedang (skor 6) menjadi ringan (skor 2) dan berat badan meningkat menjadi 8 kg, walaupun belum ada peningkatan tinggi badan. Kesimpulan penelitian ini yaitu sosis ikan dan tahu dapat meningkatkan berat badan pada balita stunting. Pemberian sosis ikan dan tahu dapat menjadi salah satu alternatif perbaikan status nutrisi pada Balita Stunting.
Copyrights © 2026