Septy Nur Aini
Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbaikan Status Nutrisi Balita Stunting Dengan Sosis Ikan Dan Tahu: Studi Kasus Amanda Tarisha; Septy Nur Aini; Ashar Abilowo
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v6i1.219

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, ditandai dengan tinggi badan yang tidak sesuai usia. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki status gizi balita stunting adalah pemberian makanan tambahan yang mengandung protein hewani dan nabati. Ikan kembung mengandung protein, omega-3, dan zat besi, sedangkan tahu merupakan sumber protein nabati dan kalsium. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan kasus perubahan status nutrisi Balita stunting melalui pemberian sosis ikan dan tahu di Wilayah Kerja Puskesmas Sijuk, Kabupaten Belitung. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu seorang anak dengan stunting dan mengalami penurunan nafsu makan serta berat badan. Intervensi yang diberikan yaitu menggunakan sosis ikan dan tahu. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner penurunan nafsu makan, dan lembar observasi harian. Hasil penelitian menunjukkan anak mengalami defisit nutrisi yang dibuktikan dengan nafsu makan menurun, tampak pendek, tinggi badan 74 cm, lingkar kepala 31 cm, dan berat badan menurun (7,5 kg). Hasil setelah di berikan tindakan pemberian sosis ikan dan tahu selama 4 minggu berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dari sedang (skor 6) menjadi ringan (skor 2) dan berat badan meningkat menjadi 8 kg, walaupun belum ada peningkatan tinggi badan. Kesimpulan penelitian ini yaitu sosis ikan dan tahu dapat meningkatkan berat badan pada balita stunting. Pemberian sosis ikan dan tahu dapat menjadi salah satu alternatif perbaikan status nutrisi pada Balita Stunting.
Pijat Tui Na Dalam Peningkatan Nafsu Makan Balita Stunting: Studi Kasus Di Kabupaten Belitung Andi Melda Awaliyah; Septy Nur Aini; Nazliansyah Nazliansyah
JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pekanbaru Medical Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64931/jks.v5i2.178

Abstract

Stunting merupakan keadaan dimana anak terlalu pendek sesuai usianya karena kegagalan pertumbuhan yang disebabkan oleh buruknya gizi dan kesehatan anak sebelum dan sesudah kelahiran. Anak-anak yang mengalami stunting seringkali memiliki nafsu makan yang buruk, sehingga membatasi respon mereka terhadap intervensi gizi. Nafsu makan menurun atau sulit makan merupakan penolakan makanan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi. Salah satu terapi pada penurunan nafsu makan adalah pijat Tui Na. Tujuan dari penelitian ini yaitu manganalisis terapi pijat tui na dalam meningkatkan nafsu makan pada balita stunting di Wilayah kerja Peskesmas Perawas. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi kasus yaitu Anak dengan stunting dan mengalami penerunan nafsu makan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi harian dan kuesioner penurunan nafsu makan. Hasil setelah di berikan tindakan terapi pijat tui na selama 6 hari berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan dengan skor awal 8 (penurunan nafsu makan berat) menjadi skor 2 (penurunan nafsu makan ringan) dan penambahan berat badan pada klien dari 11 kg menjadi 11,25 kg. Pijat tui na efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada balita stunting. Saran bagi masyarakat khususnya keluarga dapat melakukan tindakan pemberian terapi pijat tui na dirumah sebagai salah satu upaya meningkatkan nafsu makan pada anak jika mengalami penurunan nafsu makan.
Pengembangan Aplikasi Deteksi dan Pencegahan Stunting Wilayah Kepulauan Septy Nur Aini; Nazliansyah Nazliansyah; Okvita Ariyanti; Hafidz Ardiansyah
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25458

Abstract

ABSTRACT Stunting is a significant health problem in Indonesia. Although there has been a reduction in the stunting rate to 21.6% in 2022, this figure has not met the target of reducing stunting by 14% in 2024. Island regions have their own challenges in terms of disseminating information and health services related to stunting, so it is necessary to develop innovative technology-based solutions to detect and prevent stunting. This research aims to develop an Android-based stunting detection and prevention application model that can be used in island areas.  This research uses a qualitative method with a Waterfall Design Thinking approach in application development. Data collection was carried out through observation, interviews and literature study with 30 respondents from the Belitung and East Belitung districts. Focus Group Discussion (FGD) was conducted to obtain input regarding application development. Application development using hardware instruments, software including Flutter software and Visual Studio Code.The research results show that the majority of respondents have used information technology such as social media, but only 3.3% have used Android-based applications specifically for stunting. All respondents had a positive perception of application use, with an emphasis on ease of use and accessibility. The FGD results also show that applications with offline features are really needed in areas with limited internet access. The "SAFFARI" application developed is designed to provide nutritional information, stunting detection guidance, and intervention recommendations in visual form, so that it is easy to understand by users with a low level of technological literacy.This research provides an overview of the need for developing the "SAFFARI" application which can be used for stunting detection and prevention in island areas and the design of the application wireframe. Keywords: Application, Detection, Stunting.  ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia Meskipun terdapat penurunan angka stunting menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka ini belum memenuhi target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam hal penyebaran informasi dan pelayanan kesehatan terkait stunting, sehingga perlu dikembangkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk mendeteksi dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model aplikasi deteksi dan pencegahan stunting berbasis Android yang dapat digunakan di wilayah kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Thinking metode Waterfall dalam pengembangan aplikasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan 30 responden dari wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mandapatkan masukan terkait pengembangan aplikasi. Pengembangan aplikasi menggunakan instrumen perangkat keras, perangkat lunak termasuk software Flutter dan Visual Studio Code. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden telah menggunakan teknologi informasi seperti media sosial, namun hanya 3,3% yang telah memanfaatkan aplikasi berbasis Android khusus untuk stunting. Seluruh responden memiliki persepsi positif terhadap penggunaan aplikasi, dengan penekanan pada kemudahan penggunaan dan aksesibilitas. Hasil FGD juga menunjukkan bahwa aplikasi dengan fitur offline sangat dibutuhkan di daerah dengan akses internet terbatas. Aplikasi "SAFFARI" yang dikembangkan dirancang untuk menyediakan informasi nutrisi, panduan deteksi stunting, dan rekomendasi intervensi dalam bentuk visual, sehingga mudah dipahami oleh pengguna dengan tingkat literasi teknologi yang rendah. Penelitian ini memberikan Gambaran kebutuhan pengembangan aplikasi "SAFFARI" yang dapat digunakan untuk deteksi dan pencegahan stunting di wilayah kepulauan dan rancangan wireframe aplikasi. Kata Kunci: Aplikasi, Deteksi, Stunting.