ABSTRACT Stunting is a significant health problem in Indonesia. Although there has been a reduction in the stunting rate to 21.6% in 2022, this figure has not met the target of reducing stunting by 14% in 2024. Island regions have their own challenges in terms of disseminating information and health services related to stunting, so it is necessary to develop innovative technology-based solutions to detect and prevent stunting. This research aims to develop an Android-based stunting detection and prevention application model that can be used in island areas. This research uses a qualitative method with a Waterfall Design Thinking approach in application development. Data collection was carried out through observation, interviews and literature study with 30 respondents from the Belitung and East Belitung districts. Focus Group Discussion (FGD) was conducted to obtain input regarding application development. Application development using hardware instruments, software including Flutter software and Visual Studio Code.The research results show that the majority of respondents have used information technology such as social media, but only 3.3% have used Android-based applications specifically for stunting. All respondents had a positive perception of application use, with an emphasis on ease of use and accessibility. The FGD results also show that applications with offline features are really needed in areas with limited internet access. The "SAFFARI" application developed is designed to provide nutritional information, stunting detection guidance, and intervention recommendations in visual form, so that it is easy to understand by users with a low level of technological literacy.This research provides an overview of the need for developing the "SAFFARI" application which can be used for stunting detection and prevention in island areas and the design of the application wireframe. Keywords: Application, Detection, Stunting. ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia Meskipun terdapat penurunan angka stunting menjadi 21,6% pada tahun 2022, angka ini belum memenuhi target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024. Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri dalam hal penyebaran informasi dan pelayanan kesehatan terkait stunting, sehingga perlu dikembangkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk mendeteksi dan mencegah stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model aplikasi deteksi dan pencegahan stunting berbasis Android yang dapat digunakan di wilayah kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Design Thinking metode Waterfall dalam pengembangan aplikasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka dengan 30 responden dari wilayah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan untuk mandapatkan masukan terkait pengembangan aplikasi. Pengembangan aplikasi menggunakan instrumen perangkat keras, perangkat lunak termasuk software Flutter dan Visual Studio Code. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden telah menggunakan teknologi informasi seperti media sosial, namun hanya 3,3% yang telah memanfaatkan aplikasi berbasis Android khusus untuk stunting. Seluruh responden memiliki persepsi positif terhadap penggunaan aplikasi, dengan penekanan pada kemudahan penggunaan dan aksesibilitas. Hasil FGD juga menunjukkan bahwa aplikasi dengan fitur offline sangat dibutuhkan di daerah dengan akses internet terbatas. Aplikasi "SAFFARI" yang dikembangkan dirancang untuk menyediakan informasi nutrisi, panduan deteksi stunting, dan rekomendasi intervensi dalam bentuk visual, sehingga mudah dipahami oleh pengguna dengan tingkat literasi teknologi yang rendah. Penelitian ini memberikan Gambaran kebutuhan pengembangan aplikasi "SAFFARI" yang dapat digunakan untuk deteksi dan pencegahan stunting di wilayah kepulauan dan rancangan wireframe aplikasi. Kata Kunci: Aplikasi, Deteksi, Stunting.