Kemiskinan tetap menjadi salah satu isu pembangunan yang terus mendapat perhatian dari pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Kota Surabaya. Upaya untuk mengurangi kemiskinan dapat dilakukan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi pengeluaran pemerintah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran pemerintah terhadap kemiskinan di Kota Surabaya selama periode 2011–2025. Studi ini menggunakan data sekunder berupa data time series tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya dan Direktorat Jenderal Neraca Keuangan (DJPK). Metode analisis yang digunakan adalah model Autoregressive Distributed Lag (ARDL), diikuti oleh Error Correction Model (ECM) untuk menguji hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pengeluaran pemerintah secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Kota Surabaya. Dalam jangka pendek, pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan pengeluaran pemerintah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hasil uji kointegrasi menunjukkan adanya hubungan jangka panjang antara pertumbuhan ekonomi, pengeluaran pemerintah, dan kemiskinan. Temuan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi memainkan peran penting dalam mengurangi kemiskinan, sementara efektivitas pengeluaran pemerintah dalam mengurangi kemiskinan masih memerlukan manajemen yang lebih baik dan alokasi anggaran yang lebih tepat sasaran.
Copyrights © 2026